Lewati ke konten utama

Kelas Gelato Profesional Tersedia!Lihat Jadwal →

Review WPM ZP1 Domus dari Sudut Pandang Juara Brewers Dunia
Ulasan Produk

Review WPM ZP1 Domus dari Sudut Pandang Juara Brewers Dunia

John Christopher dari Fugol Coffee Roasters coba langsung WPM ZP1 Domus. Simak hasil review-nya soal konsistensi grind sampai karakter rasa.

2 September 20266 menit bacaPT Espresso Italia
Review WPM ZP1 Domus dari Sudut Pandang Juara Brewers Dunia
ULASAN PRODUK

John Christopher dari Fugol Coffee Roasters coba langsung WPM ZP1 Domus. Simak hasil review-nya soal konsistensi grind sampai karakter rasa.

John Christopher dari Fugol Coffee Roasters coba langsung WPM ZP1 Domus. Simak hasil review-nya soal konsistensi grind sampai karakter rasa.

2 September 2026 6 menit baca PT Espresso Italia

Pilihan tepat grinder untuk konsistensi di setiap seduhan.

Buat penikmat kopi yang serius soal konsistensi ekstraksi, review dari praktisi yang benar-benar berkecimpung di dunia brewing kompetitif biasanya jadi referensi yang lebih bisa dipercaya dibanding sekadar baca spesifikasi di atas kertas.

Kali ini, John Christopher dari Fugol Coffee Roasters berkesempatan mencoba langsung WPM ZP1 Domus, grinder single dose dari WPM yang didistribusikan Espresso Italia di Indonesia, dan membagikan pengalamannya dari sisi seorang brewer yang juga terbiasa meracik kopi untuk kebutuhan kompetisi.

Yuk simak spesifikasi teknis grinder ini, sampai hasil uji coba langsung yang dilakukan John dari sisi konsistensi grind dan karakter rasa yang dihasilkan.

Spesifikasi Teknis WPM ZP1 Domus

Sebelum masuk ke hasil uji coba, penting untuk paham dulu spesifikasi teknis yang membuat grinder ini cukup menarik perhatian di kategori single dose.

Konsep Single Dose dan Kapasitas

Grinder ini mengusung konsep single dose, artinya biji kopi dimasukkan sesuai dosis yang mau digunakan saat itu juga, tanpa hopper penyimpanan biji dalam jumlah besar. Kapasitas hopper-nya sekitar 40 gram, sudah dilengkapi dosing cup berdiameter 58mm yang memudahkan proses dosing langsung ke portafilter.

Flat Burr 64mm

Salah satu fitur yang jadi sorotan John dalam review-nya adalah penggunaan flat burr berukuran 64mm. Ukuran ini dirancang untuk menghasilkan partikel kopi yang lebih seragam, sehingga membantu proses ekstraksi jadi lebih konsisten saat brewing.

Stepless Grind Adjustment dan Speed Control

Pengaturan grind size-nya menggunakan sistem stepless, tanpa klik bertahap, sehingga memungkinkan penyesuaian yang jauh lebih presisi, mulai dari grind halus untuk espresso sampai grind kasar untuk french press.

Grinder ini juga dilengkapi speed adjustment dial yang memungkinkan pengaturan RPM, fitur yang menurut John cukup penting karena RPM berpengaruh langsung ke karakter partikel yang dihasilkan. Motor grinder ini bekerja di kecepatan 1300 RPM, dengan bodi aluminium berdimensi compact sekitar 277 x 138 x 330 mm dan berat 6,1 kg.

Hasil Uji Coba ala Juara Brewer

John menguji grinder ini dengan pendekatan yang biasa dia pakai saat meracik kopi untuk kompetisi, termasuk target ukuran partikel spesifik yang jadi acuannya sehari-hari.

Proses Dialing-in ke 700 Micron

Dalam pengujiannya, John mencoba mencari grind size yang menghasilkan ukuran partikel sekitar 700 micron, ukuran yang biasa dia pakai saat brewing dengan metode immersion. Di setting grind size 13, grinder ini berhasil menghasilkan ukuran partikel 726 micron dengan sebaran yang cukup merata, sekitar 38% partikel terkonsentrasi di kisaran 720 micron berdasarkan pengukuran alat yang dia pakai.

Karakter Rasa: Sweetness dan Mouthfeel

Kopi yang dipakai dalam pengujian ini adalah Kerinci Bosto Natural dari Fugol Coffee Roasters, hasil dari kelompok tani Rukun Saudara. Menurut John, hasil seduhan dengan grinder ini punya karakter sweetness yang lebih menonjol dan mouthfeel yang lebih round dibanding grinder yang biasa dia pakai, yang cenderung menghasilkan karakter lebih bright. Ia mengaitkan karakter ini dengan desain flat burr 64mm pada grinder ini.

Kelebihan dan Kekurangan Menurut Pengalaman Langsung

Dari pengujian yang dilakukan, John juga membagikan beberapa catatan soal kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pengalaman langsung.

Dari sisi kelebihan, John menyoroti suara grinder yang smooth saat beroperasi, distribusi partikel yang konsisten, serta rentang pengaturan grind size yang luas dari espresso sampai filter. Kontrol presisi lewat stepless adjustment juga dianggap penting, terutama untuk proses dialing-in yang butuh penyesuaian kecil tapi berdampak signifikan ke hasil ekstraksi.

Sementara dari sisi kekurangan, John mencatat mekanisme grind knocker atau tombol ketuk buat merontokkan sisa bubuk kopi terasa kurang mantap dibanding grinder lain yang dia coba, meski secara hasil residu yang tersisa tetap minim.

Worth It Nggak Buat Kamu?

WPM ZP1 Domus dibanderol di kisaran Rp18 juta, ditempatkan di atas grinder kelas seperti Timemore Sculptor, tapi masih di bawah grinder single dose kelas premium yang lebih besar. Menurut John, grinder ini cukup fleksibel dipakai baik untuk kebutuhan home brewing sehari-hari, latihan kompetisi, maupun operasional kedai kopi yang butuh grinder single dose dengan kualitas dan konsistensi yang teruji.

Kesimpulan

Review WPM ZP1 Domus dari John Christopher menunjukkan kalau grinder ini punya keunggulan di sisi konsistensi partikel dan karakter rasa yang lebih menonjolkan sweetness serta mouthfeel yang round, berkat desain flat burr 64mm dan sistem stepless adjustment yang presisi. Meski ada catatan kecil soal mekanisme knocker, secara keseluruhan grinder ini jadi salah satu opsi menarik di kategori single dose.

Penasaran gimana rasanya coba langsung WPM ZP1 Domus? Kamu bisa datang dan cek langsung ke Espresso Italia untuk merasakan sendiri performanya sebelum memutuskan buat beli.

Konsistensi Kelas Kompetisi

Coba langsung WPM ZP1 Domus di showroom Espresso Italia sekarang.

Siap Eksplorasi Solusi F&B Anda?

Konsultasikan kebutuhan mesin kopi, gelato, atau peralatan dapur Anda bersama tim ahli kami.

PT Espresso Italia2 September 20266 menit baca
Lihat Produk
Hubungi Kami