Lewati ke konten utama

Kelas Gelato Profesional Tersedia!Lihat Jadwal →

Manis Tanpa Korban Rasa: Racikan yang Bawa Indra Setya Juara 3
Berita & Acara

Manis Tanpa Korban Rasa: Racikan yang Bawa Indra Setya Juara 3

Sweetness tinggi tapi rasa tetap bersih? Indra Setya buktikan lewat layering extraction dan bawa pulang juara 3 di Indonesia Brewers Cup 2026.

16 Juli 20265 menit bacaPT Espresso Italia
Indra Setya Juara 3 Indonesia Brewers Cup
BERITA & ACARA

Sweetness tinggi tapi rasa tetap bersih? Indra Setya buktikan lewat layering extraction dan bawa pulang juara 3 di Indonesia Brewers Cup 2026.

Sweetness tinggi tapi rasa tetap bersih? Indra Setya buktikan lewat layering extraction dan bawa pulang juara 3 di Indonesia Brewers Cup 2026.

16 Juli 2026 5 menit baca PT Espresso Italia

Indra Setya, juara 3 Indonesia Brewers Cup (IBrC) 2026/2027

Indra Setya, barista dan SCA trainer asal Medan, baru aja raih juara 3 di Indonesia Brewers Cup (IBrC) Regional 2 2026/2027. Ini adalah gelaran SCAI di ICE BSD, Tangerang, 9–12 Juli 2026. Senjatanya satu konsep sederhana tapi bikin penasaran: Sweetness Without Sacrifice.

Ceritanya berangkat dari satu pertanyaan yang sering dia temuin pas ngajar: kenapa makin dikejar sweetness-nya, clarity-nya malah turun, dan sebaliknya? Indra penasaran, bisa nggak dapat sweetness tinggi tanpa ngorbanin clarity? Jawabannya dia seduh langsung di depan juri.

Dari kebun sampai roastery

Tak hanya itu, satu rahasaia lain yang dibawa Indra yaitu biji yang dipakai: Sidra Tapanuli dari Bang Alex Hutabarat, Sumatera Utara. Ditanam di 1.300 mdpl, diproses natural classic dengan darkened drying selama 4 minggu. Ini adalah varietas yang memang terkenal manis, aromatik kompleks, tapi clarity-nya tetap bersih. Green bean-nya dari Kopirelo.

Buat roasting, Indra berkolaborasi dengan Rumah Sangrai Bloom dan Kopirelo: hot air roaster, full batch, 7 menit, DTR 12% — diarahin biar sweetness naik tanpa ngorbanin clarity dan aromatik.

Kuncinya: layering extraction

Di meja seduh, Indra pakai dripper kombinasi yang bisa jalanin dua fase sekaligus yang dia sebut layering extraction. Idenya yakni full immersion biasanya kasih clarity, full percolation biasanya kasih sweetness. Daripada milih salah satu, Indra menggabungkan dua-duanya.

Resepnya ringkasmya yaitu 12 gr kopi, hasil 190 ml, air 92–96 °C dengan mineral 100 ppm (magnesium + kalsium), gilingan medium-coarse 800 mikron, plus teknik kubomi biar air merata ke seluruh bed. Fase 1 immersion: tuang 100 ml, tunggu 1 menit, stir (adaptasi coupling protocol SCA), buka valve di 1:40. Fase 2 percolation: tuang 90 ml. Total seduh 2:30.

Bagaimana dengan Rasanya?

Di cup aroma red berries, orange, brown sugar. Saat panas terasa juicy berries dan citrus yang makin dingin, brown sugar-nya makin nonjol dan teksturnya jadi rounded, black-tea like. Manis dan bersih, dua-duanya tersampaikan persis yang dia janjiin.

Tim di balik podium

Ini bukan kerja solo. Indra dibantu barista asisten Rafael (Rumah Sangrai Bloom), plus tim coaching Kev Jun dari Kopirelo dan Nando (Rumah Sangrai Bloom).

“Sweetness dan clarity bukan pilihan yang harus dikorbanin salah satu. Dengan kopi yang tepat, roasting yang bener, dan layering extraction, dua-duanya bisa ada dalam satu cup. Inilah sweetness without sacrifice.” — Indra Setya, dari Medan.

Ingin Menyeduh Kopi dengan Kualitas Terbaik?

Konsultasikan kebutuhan peralatan kopi dan mesin espresso Anda bersama tim ahli kami.

Siap Eksplorasi Solusi F&B Anda?

Konsultasikan kebutuhan mesin kopi, gelato, atau peralatan dapur Anda bersama tim ahli kami.

PT Espresso Italia16 Juli 20265 menit baca
Lihat Produk
Hubungi Kami